Ajeran

Tanaman Ajeran dengan klasifikasinya adalah sebagai berikut : 

  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Asteridae
  • Ordo : Asterales
  • Familia : Asteraceae
  • Marga : Bidens
  • Jenis : Bidens pilosa L.
  • Nama Lokal : Acerang, Hareuga (Sunda), Ambong-ambong, Jaringan, Ketul (Jawa) Lanci THuwa (Madura). 
Tanaman Ajeran termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui dipinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan Ajer ini tergolong terna, tinggi bisa mencapai 150 gram. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).
Tanaman ajeran ini memiliki dua varietas yang cukup dikenal masyarakat, yaitu jintan hitam dan jintan putih. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan adalah biji, baik sebagai bahan rempah dapur ataupun obat. Beberapa penyakit yang bisa diobati jintan sebagai tanaman obat antara lain sakit kepala, asma dan batuk, sariawan, borok, perut kembung dan demam.
Tanaman ajeran ini mengandung unsur kimia Phytostern-B, unsur ini memiliki rasa pahit, agak dingin, unsur kimia ini berfungsi untuk menurunkan panas (antipiretik), anti radang (anti inflamasi), melancarkan peredaran darah dalam tubuh serta menghentikan pendarahan. 
Senyawa antioksidan utaman, kuersetin3-O-rutinoside dan kuersetin 3-O-rutinoside; asam klorogenat; 3,4-O-caffeoylquinic acid; 3,5-di-0-cafferoylquinic acid; 4,5-di-0-caffeoylquinic acid. Senyawa lain, heptanyl 2-0-beta-xylofuranosyl-(1->6)-beta-glucopyranoside, jacein, dan centaurein. Penelitian menyebutkan kandunga senyara fenol yaitu quercetin 3-Orabinobiosid. 
Akarnya mengandung senyara querceti 3,3'-dimethyllether, yaitu 7-0-a-d rhamnopyranoysl-(1->6)-B-d-glucopyranoside dan 7-O-B-d-glucopuranoside. Ajeran juga mengandung senyawa dua poliasetilenik yang teridentifikasi apda fraksi butanol. Senyawa itu berperan sebagai pencegahan awal terjadinya diabetes. 

Resep Obat
Berikut ini merupakan resep-resep tanaman obat dengan bahan ajeran : 
1. Salesma dan Demam
    Bahan : 
  • Ajeran (3 gram)
  • Babakan Pule (200 mg)
  • Daun Poko (2 gram)
  • Air (130 ml)
    Cara membuat : 
  • Dibuat infus atau disedung
    Cara Pemakaian : 
  • Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml
     Lama Pengobatan : 
  • Diulang sampai sembuh
2. Usus Buntu 
    Bahan :
  • Ajeran (5 gram)
  • Air (120 ml
    Cara pembuatan : 
  • Dibuat infus atau pil.
    Cara Pembakain
  • Diminum 2 kali sehari, pagi dansore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil
    Lama pengobatan : 
  • Diulang selama 20 hari
3. Demam, Influenza dan Sakit Tenggorokan
  • Rebus 15-20 gram herba ajeran dengan 4 gelas air sampai rebusan tersisa 1,5 gelas lalu bagi menjadi dua bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratus masing-masing 1 bagian. 
4. Infeksi Hepatitis
  • Rebus 120 daun ajeran dengan 4 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari teratur masing-masing 1 bagian. 
5. Mencret
  • Cuci bersih 15-20 gram daun ajeran lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas, Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian yang sama. Minum 2 kali sehari secara teratur masing-masing 1 bagian. 
6. Radang Usus Buntu
  • Cuci 15-120 gram daun ajeran dan 30-90 gram akar kemuning. Rebus bahan tersebut dengan 4 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas. Hasil rebusan ini digunakan untuk 2 kali minum. Namun untuk penyakit yang berat, minum 1,5 gelas sekaligus dengan frekuensi 2 kali sehari. 
Untuk racik obat : tambahkan sedikit gula atau madu karena ajeran rasa pahit. Sebaiknya hindari penggunaan berlebih karena dapat menyebabkan iritasi pada ginjal. Tad ada salahnya sebelum memanfaatkan ramuan ini, pastikan ginjal Anda tidak bermasalah.